Contoh Soal AKM Literasi Tingkat SMA: Mengukur Kemampuan Literasi-Bagian 3

Contoh Soal AKM Literasi Tingkat SMA: Mengukur Kemampuan Literasi-Bagian 3

Soal-soal dibawah ini merupakan soal-soal yang diuji coba pada saat simulasi UN tahun 2019/2020

PENGISIAN DAYA NIRKABEL

Mengenal Cara Kerja Teknologi Pengisi Daya Nirkabel di Telepon Genggam

Fitur pengisian baterai nirkabel (wiraless charging) mulai dikenal pada tahun 2012 ketika merek telepon pintar terkenal mengeluarkan produk ini. Teknologi ini berawal dari buak pikiran Nikola Tesla pada 1901. Meski ide ini sudah muncul lebih dari 100 tahun lalu, tapi penggunaan praktis teknologi ini masih terbatas.

Pengisian daya nirkabel secara komersil pertama kali digunakan untuk mengisi ulang sikat gigi elektrik pada tahun 90-an, sekitar 80 tahun kemudian. Tapi kini, teknologi tersebut mulai sering diperkenalkan untuk mengisi daya perangkat telepon genggam.

 

Cara Kerja

Pengisian daya nirkabel dapat terjadi karena energi untuk telepon genggam dikirim melalui medan magnet yang muncul dari kumparan tembaga ketika telepon genggam dan stasiun pengisian daya didekatkan satu sama lain.

 

Tenaga listrik terhantar lewat induksi, karena kumparan tembaga pada perangkat dan stasiun pengisian daya saling terhubung. Stasiun pengisian daya inilah yang terhubung langsung ke kontak listrik.

Kumparan tembaga pada stasiun pengisian daya mengubah listrik arus AC menjadi medan magnet. Lantas, kumparan tembaga pada perangkat yang ditempelkan akan mengubah medan magnet itu kembali menjadi listrik arus DC.

 

Penerapannya juga tidak hanya terbatas pada telepon genggam, melainkan juga perangkat-perangkat Internet of Things, pengaplikasian internet pada objek sehar-hari, bahkan kendaraan listrik.

 

Amankah?

Kemudian, apakah teknologi isi ulang nirkabel ini aman digunakan untuk telepon pintar?

Vanket Srinivasan, Direktur Argonne Collaborative Center for Energy Storage Science (ACCESS) setidaknya berkata demikian.

Baterai komponen elektrik saat ini telah memiliki teknologi yang mencegah pengisian baterai secara berlebihan. Tujuannya untuk mencegah pengguna membiarkan perangkat terpasang dengan sumber listrik dalam kondisi penuh yang dapat memperpendek umur perangkat.

Srinivasan menganjurkan agar perangkat baru mulai diisi ulang lagi ketika baterai telah mencapai sekitar 50 hingga 45 persen, dan tidak dibiarkan ketika kapasitas penuh, karena hal tersebut akan memperpendek umur baterai.

Hal yang sama juga diterapkan ketika mengisi ulang perangkat menggunakan pengisian baterai nirkabel. Satu hal yang berbeda adalah isi ulang daya menggunakan cara nirkabel membutuhkan waktu lebih lama karena perbedaan medium penghantar listrik.

 

Klik pada satu pilihan jawaban!

Apakah yang dimaksud dengan Internet of Things ?

Klik pada beberapa pilihan jawaban!

Berdasarkan teks, mengapa pengisian baterai nirkabel aman digunakan?

Kedua teks menyatakan bahwa teknologi nirkabel adalah teknologi masa depan. Namun, karena masih dalam tahap pengembangan, teknologi ini masih mahal untuk diakses publik.

Menurutmu, apa yang dapat membuat teknologi ini lebih terjangkau daya belinya di masa depan?

 

Salverius Jagom

Guru Fisika Di SMA Negeri 2 Nubatukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.